Otak

Tentu anda setuju, jika otak merupakan bagian yang sangat krusial dalam diri anda. Otak bagaikan super komputer seberat 1,5 kg yang menjadi sebuah pusat kontrol dan bagian dari tubuh yang tidak tergantikan. Manusia dapat hidup dengan satu tangannya, atau satu kakinya, atau satu ginjalnya. Katakanlah begitu. Tapi apakah anda dapat hidup dengan satu belahan otak anda? Tentu tidak.

Pernahkah anda membayangkan, apa jadinya jika otak anda mengalami disfungsi (kegagalan fungsi otak)? Contoh kecil misalkan anda mudah lupa terhadap hal-hal yang seharusnya anda ingat. Tentu sangat menggangu bukan?.

Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga fungsi otak, salah satunya adalah bisnisumkmonline melalui asupan yang anda makan setiap hari. Jangan sampai gaya hidup anda merubah proporsi kematian anda atau menyebabkan fungsi otak anda terdegradasi. Berikut adalah makanan-makanan yang seharusnya anda kurangi untuk mengurangi degradasi fungsi otak anda.

  1. Daging Merah

Studi terbaru menunjukkan bahwa terlalau banyak mengkonsumsi daging merah digadang-gadang berhubungan dengan risiko penyakit Alzeimer. Hal tersebut dikarenakan daging merah membangun zat besi yang menggangu komunikasi antara neuron di otak. Di dalam daging merah  juga ditemukan banyak jenis logam berat seperti tembaga yang berpotensi merusak.

Otak

Disisi lain, sebenarnya daging merah menandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti kandungan proteinnya yang sangat baik untuk membangun sel-sel yang rusak pada tubuh. Selain itu kandungan vitamin B dan D atau B2, B3, B6 dan B12 untuk kekebalan tubuh, serta omega 3 yang penting untuk membantu fungsi jantung, hati, dan sistem saraf pusat.

  1. Makanan Cepat Saji

Efek buruk makanan cepat saji seringkali dikait-kaitkan dengan kelambanan otak untuk berpikir. Peneliti dari Ohio State University menunjukkan bahwa makan-makanan cepat saji dapat membuat anak laman dalam berpikir.

Dilansir dari undercover.co.id  Health Daily Post penelitian tersebut berfokus pada makanan cepat saji  kaitannya dengan obesitas anak, namun disisi lain penelitian tersebut juga berhasil

membuktikan efek buruk makanan cepat saji terhadap otak anak. Hasil penelitian yang diperoleh setelah melihat data dari 8.544 anak-anak sekolah di Amerika.

Peneliti mengukur intensitas seberapa sering anak-anak memakan makanan cepat saji di Amerika pada usia 10 tahun, lalu dibandingkan dengan nilai akademis mereka. Kemudian penelitian diulangi 3 tahun setelahnya.

Kesimpulan yang didapat dari penelitian tersebut adalah anak-anak yang memakan makanan cepat saji lebih sering dapat membuat fungsi otak mereka terdegradasi menjadi lebih lamban. Mereka memiliki nilai akademis yang buruk. Pada penelitian ini tentu variabel-variabel lain yang berpengaruh juga diukur seperti aktivitas fisik dan intensitas menonton televisi.