Tidak ada yang dapat menandingi sensasi ributnya kunyah kerenyahan keripik serta kerupuk favorite. Garing serta gurihnya keripik atau kerupuk telah sekian menyatu lewat cara makan beberapa besar orang Indonesia. Baik itu jadi makanan ringan, atau jadi penambahan ‘pernik’ makan besar.

Walau jadi rekan yang mengasyikkan, bermacam keripik serta kerupuk sebenarnya cukup bertindak menaikkan tenaga (baca : kalori) untuk badan. Tapi, bila sekalipun tidak menyentuhnya, wah… mungkin saja juga akan sama beratnya dengan melupakan bekas pacar!

Dokter Inayah Budiasti SpGK dari Klinik Hang Lekiu, Jakarta Selatan, menyebutkan, mengatur alur makan bukanlah bermakna serta-merta memotong semuanya makanan enak favorite. “Dalam alur makan ada unsur cita rasa atau taste. Bila Anda dipaksa meninggalkan makanan favorite, kelak jadi stres. Telah itu, muncul pelarian beda, atau jadi muncul yang dirasakan, yang ujung-ujungnya kurang sehat juga. ”

Karenanya, menurut dr. Inayah, yang lebih perlu yaitu mengakali kesukaan Anda makan makanan ringan renyah itu. Di bawah ini 8 hal yang butuh Anda cermati.

1. Hayati keripik Anda
“Makan keripik Anda dengan sepenuh hati atau konsentrasi penuh. Bila memang sungguh-sungguh menginginkan keripik, nikmati tiap-tiap gigitan serta tiap-tiap keping keripik yang Anda santap. Dengan hal tersebut, Anda betul-betul terpuaskan oleh keripik pilihan Anda, ” pesan dr. Inayah.

Lewat cara begini, ditanggung jumlah keripik yang Anda makan tidak juga akan sangat banyak. Banding saja apabila Anda ngemil keripik sembari on-line dimuka computer atau sembari bercakap. Di situ memanglah letak asiknya. Tapi, di situ juga pada awalnya penumpukan kalori dari keripik di badan Anda.

2. Kurangi jumlah makan
Keripik tinggi kalori serta adalah bentuk karbohidrat simpel. Jadi, sesudah menggunakan sekantong keripik, dapat di pastikan sumber tenaga serta tabungan kalori Anda telah terpenuhi. Karenanya, menurut dr. Inayah, pada saat makan selanjutnya tambah baik kurangi jumlah karbohidrat Anda. Umpamanya, kurangi jumlah nasi atau mi sampai setengahnya. Jauhi juga lauk gorengan. Tambah baik memperbanyak jumlah sayuran fresh (bila dapat bukanlah yang bersantan) serta jumlah protein ‘baik’, seperti ikan, ayam tim, atau ayam panggang.

3. Bukanlah pengganti sayur/buah
Di market saat ini Anda dapat temukan beragam buah bahkan juga sayuran yang berwujud keripik. Dari keripik pisang, apel, salak, atau nangka yang telah umum, sampai keripik durian dan buah naga. Belum juga keripik ubi, bayam, sampai bermacam jamur. Konsumsi keripik begini memanglah relatif lebih enteng dibanding melahap keripik paru, daging balado, atau kulit ayam yang dapat di pastikan tinggi lemak. Walau sekian, bukanlah bermakna keripik buah-buahan serta sayuran ini dapat dipandang sama dengan buah atau sayuran fresh. “Sebagian besar faedah vitamin serta mineral pada buah atau sayuran fresh umumnya turut menyusut dalam sistem pembuatan keripik. Karenanya, Anda tetaplah mesti penuhi keperluan itu dari sumber asli, ” kata dr. Inayah.

4. Bukanlah makanan ringan malam
Mungkin saja saja kan, sesudah jam makan malam, Anda tidak segera tidur serta diserang rasa lapar di larut malam? Ketika begini baiknya jauhi konsumsi keripik atau kerupuk. Type makanan ini memanglah memanjakan lidah. Tapi sayangnya, berkalori tinggi serta tidak buat Anda kenyang. Kemudian, mungkin Anda masih tetap mencari-cari makanan beda yang lebih mengenyangkan. “Kalau menginginkan, kunyah sebagian keping saja. Bukanlah sekantong. Lantas segera tangani rasa lapar Anda dengan kunyah buah fresh yang manis, seperti apel, melon, atau nanas. Dapat pula teruskan dengan minum susu atau yoghurt low-fat, ” anjuran dr. Inayah. Dengan hal tersebut, konsumsi kalori semakin lebih terbangun.